• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website SMP NEGERI 1 SINGAPARNA.

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 1 SINGAPARNA

NPSN : 20210822

Jalan Pancawarna No.29 Singaparna 46412 Tasikmalaya


info@smpn1singaparna.sch.id

TLP : 0265545029


          

Prestasi Siswa

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 326588
Pengunjung : 137984
Hari ini : 20
Hits hari ini : 59
Member Online : 176
IP : 34.239.154.240
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • ELIS RAHMA HANDAYANI (Guru)
    2020-07-15 13:45:41

    Belajar itu wajib bagaimanapun kondisinya
  • HENDRAYATI (Guru)
    2020-07-15 13:41:01

    Your life is as good as mindset
  • SALAMAH (Guru)
    2020-07-15 13:33:24

    Worksjop hari ke 2 Semangaat
  • HENDRAYATI (Guru)
    2020-07-13 22:22:51

    Learn from yesterday, live for today and hope for tomorrow
  • NOVI SOPIYANIDA (Guru)
    2020-07-13 21:33:10

    Bismillah...Tahun ajaran baru, semangat baru dengan skema pembelajaran yang mengharuskan kita serba tahu dan terus berguru.
  • RIMA HANAWATI (Guru)
    2020-07-13 19:49:10

    Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk beraktivitas di awal tahun pembelajaran baru
  • YAYAN KURNIASIH (Guru)
    2020-07-13 11:50:44

    Bismillah
  • IIS SRI AIDIAH (Guru)
    2020-07-13 11:37:31

    Wilujeng gabung di web Nesasi juara
  • N. YUYUN (Guru)
    2020-07-13 10:12:12

    PJJ..2020/2021
  • IDA SUCIATI (Guru)
    2020-07-13 09:21:36

    Aku yakiin dengan keputusan Mu.

EKSTRAKURIKULER SENI RUPA




Pendidikan seni budaya diberikan di sekolah karena keunikan perannya yang tidak mampu di emban oleh mata pelajaran lain. Keunikan tersebut terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi atau berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan “belajar dengan seni, belajar melalui seni dan belajar tentang seni”.

 

Berdasarkan isi kurikulum di atas, maka peran guru menjadi kunci keberhasilan dalam misi pendidikan dan pembelajaran di sekolah, bertanggung jawab untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan susasana kondusip yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan dalam bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Intrakurikuler pelaksanaannya dalam jam pelajaran yang diikuti oleh seluruh siswa. Ekstrakurikuler pelaksanaannya diluar jam pelajaran, dengan maksud untuk mewadahi siswa yang berbakat supaya lebih berkembang.

 

Bidang seni musik, seni tari, seni rupa dan seni karawitan memiliki ke khasan tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing. Dalam pendidikan senibu daya, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam pemberian pengalaman pengembangan konsepsi, apresiasi dan kreasi. Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam.

 

Pembelajaran Seni Rupa di sekolah cenderung diabaikan dan tidak mendapatkan porsi yang semestinya. Keterbatasan jumlah guru, keterbatasan kompetensi guru, jumlah jam, prioritas matapelajaran dan fasilitas pembelajaran sering kali muncul sebagai alasan dan menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Kondisi ini mengakibatkan ketimpangan terhadap rangsang dan pengembangan otak yang diterima oleh siswa antara otak kiri dan otak kanan. Otak kiri menerima rangsang, pengembangan dan beban yang sarat, sementara otak kanan sangat minim menerima rangsang. Implikasi yang lebih jauh adalah ketidak seimbangan mental dan kepribadian siswa, sehingga muncul kompensasi lain, seperti kurang tekun, kurang toleran, kurang kreatif, mudah prustasi, dan memudarnya nilai-nilai humanistik. Salah satu cara meningkatkan rangsang otak kanan adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler seni rupa.

 

Pendidikan pada prinsip dasar yaitu memanusiakan manusia  (humanisasi) dan mengoptimalkan kecakapan hidup melalui cipta, rasa dan karsa sesuai dengan potensi peserta didik. Maka sebagai upaya memanusiakan peserta didik, penekanan kreatifitas pada karawitan bukan hanya persoalan estetik semata, namun juga menggali dan mengembangkan keunggulan-keunggulan manusia yaitu intelektual, estetis, moral dan spiritual.

 

Tujuan yang hendak dicapai melalui ekstra kurikuler seni rupa adalah untuk menumbuhkan sikap toleran, demokrasi, beradab; mampu hidup rukun dalam masyarakat yang majemuk; mengembangkan kemampuan imajinatif intelektualis; berekspresi melalui seni; mengembangkan kepekaan rasa, keterampilan; serta mampu menerapkan teknologi dalam berkrasi dan mempergelarkan karya seni.

 

Maka, melalui ekstrakurikuler seni rupa ini di harapkan sebagai strategi implementasi yang tepat dan efektif untuk melaksanakan pembelajaran seni rupa di Sekolah, untuk mewadahi siswa yang minatnya tinggi dan berbakat di dalam bidang seni rupa.

 

Dalam kegiatan ini beragam cabang seni rupa yang relefan dengan kemampuan dan ketersediaan fasilitas kami selenggarakan dengan tetap menerapkan konsep belajar yang menyenangkan. Disini, siswa bisa berkreasi dengan media kertas, pensil, cat air, cat poster, kanvas, kain, dan beragam media lainnya.

 

Dari kegiatan ektrakurikuler ini berhasil membawa berbagai prestasi yang cukup membanggakan baik dalam event resmi yang diadakan oleh Dinas Pendidikan, maupun even yang diadakan oleh fihak lain yang relevan. Diantara berbagai even yang selalu diikuti dan sering berhasil mengharumkan nama sekolah adalah kegiatan FLS2N, mulai tingkat Kecamatan, Wilayah, Kabupaten, bahkan sampai ke tingkat Provinsi Jawa Barat . Ada juga even lomba lainnya yang diselenggarakan oleh fihak lembaga atau badan lainnya sering juga kami ikuti dan beberapa kali berhasil memperoleh prestasi yang membanggakan sekolah.

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas